Walau Ombak Tinggi, Uji coba ke-2 Dermaga Pelabuhan Gunaksa Berhasil Dilakukan

  • 29 November 2016
  • Dibaca: 226 Pengunjung
Walau Ombak Tinggi, Uji coba ke-2 Dermaga Pelabuhan Gunaksa Berhasil Dilakukan

Hari Senin (28/11/2016) uji coba ke-2 dermaga Pelabuhan Gunaksa akhirnya terlaksana.  Uji coba dermaga yang dimulai sekitar pukul 9.30 wita ini dihadiri Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kabupaten Klungkung I Nengah Sukasta beserta jajaran.

Dalam uji coba ini kapal LCT Surya Agung 2 yang didatangkan dari Pelabuhan Padang Bai mulai masuk kolam labuh pelabuhan pada pukul 09.30. Akibat gelombang tinggi, saat akan bersandar kapal terombang ambing dan ramp door yang diturunkan  sulit menyentuh dermaga mobile bridge (MB). Ramp door sempat berada di atas dermaga tapi masih meleset dan akhirnya arus kembali menarik kapal dan ramp door ikut tertarik. Dalam uji coba ini tali tross yang sudah ditambat pada bolder terputus. Tali kapal yang baru kemudian dipasang lagi agar uji coba tetap berjalan.

Proses menyandarkan kapal hingga uji coba memuat kendaraan memakan waktu kurang lebih satu jam. Setelah gelombang mulai tenang, akhirnya dua unit mobil bisa masuk ke dalam kapal tetapi saat akan turun harus menunggu gelombang tenang.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Padang Bai I Ketut Gede Sudarma yang juga memantau jalannya uji coba menyampaikan uji coba kedua ini termasuk berhasil, karena proses mengikat tali menggunakan cara manual membuat proses berlangsung lama bahkan tali sampai putus. “Kalau cara elektronik pasti cepat, hanya saja masih terkendala dengan alun yang membuat kapal bergoyang cukup keras”.

Hal ini juga diakui Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana usai uji coba dermaga mengatakan kalau uji coba kedua dermaga ini lebih sukses bila dibandingkan uji coba pertama, tetapi gelombang masih membuat kapal bergoyang sehingga sulit bersandar sempurna. Dalam jangka pendek, kalau memungkinkan akan melayani penyeberangan, tetapi harus mencari hari gelombang yang bagus. Akan tetapi tidak serta merta melakukan melayani penyeberangan karena sarana jalan belum diperbaiki.

Pihaknya juga akan melakukan pendekatan pada kementerian agar jalan segera dibuat. Pihaknya juga mengakui bila dalam  jangka panjang perlu dilakukan perpanjangan break water atau pemecah ombak agar gelombang yang masuk ke dalam kolam labuh tidak terlalu besar. Diperkirakan membutuhkan perpanjangan pemecah ombak kurang lebih 25-30 meter di sebelah kiri atau timur pelabuhan ke arah selatan.

Pihaknya masih akan melakukan evaluasi untuk melakukan uji cobalagi. Kalau melihat situasi pada uji coba kedua ini, gelombang cukuptinggi apakah saat tilem mempengaruhi ombak besar.

  • 29 November 2016
  • Dibaca: 226 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita